
Rabu, 31 Maret 2010
Senin, 29 Maret 2010
TIPS BERMAIN GITAR
10 Hal yang harus di ingat ketika anda bermain gitar dalam sebuah Band, melanggar 10 hal ini bisa kacau.
1.Pastikan Gitar electric anda senarnya ada enam jangan senarnya cuma satu !.
2.Masukan kabel Jack Gitar anda ke colokan "IN" pada Amply, lalu nyalakan. Kalo tidak, Saya jamin gitar electric anda tidak akan bunyi.
3. Petiklah Gitar Electric anda selaras dengan lagu yang dinyanyikan teman teman anda, jangan ngarang, misalkan mereka memainkan lagu Halo halo Bandung, anda jangan membawakan lagu Hey Jude.
4. Nada dasar yang anda mainkan sebaiknya sama dengan teman teman anda, kalau tidak suaranya gak karuan.
5.Kalau anda memainkan gitar sambil berdiri, gunakan GUITAR STRAP, jangan pake sarung.
6.Jangan menyodok kepala teman anda dengan stang Gitar, ntar malah berantem bukannya maen Band.
7.Lakukan gerakan ekspresif sewaktu lagu sedang dimainkan, bukan pada saat lagu selesai.
8.Bila Group Band anda sedang In memainkan lagu di panggung, anda jangan pulang duluan.
9.Sebaiknya anda berdiri menghadap penonton.
10.Belajar gitar dahulu sebelum manggung, jangan sebaliknya, kacau nanti.
Rabu, 17 Maret 2010
Catatan Ary Juliyant Untuk Softlaunch Countrykuring
Disadari atau tidak, Musik Country dan Folk Amerika sudah menjadi bagian darah daging fikiran tentang kesenian musik pop kita sejak kita mulai keranjingan juga meng-adopsi budaya barat atau Amerika di masa lalu pasca era penjajahan. Era awal tahun 60-an pun sudah menjadi masa lalu Indonesia yang dipenuhi dengan gaya lik-lik melodi gitar ala Musik Pop jaman itu seperti yang tengah populer juga di Nashville, Amerika.
Amerika sebagai negeri kelahiran Musik Country itu sendiri di kemudian harinya sudah pula memaklumi keberadaan Musik Country itu sendiri menjadi milik dunia. Silakan simak bagaimana uniknya gaya Country ala Australia dengan Slim Dusty-nya. Atau Musik Country Jerman, Bluegrass Jepang, dan seterusnya.
Dunia, yang kemudian kian akut tertular virus Amerikanisasi dengan berbagai versi-nya membuka pula ruang kepada setiap peradaban bangsa-bangsa untuk mengenal Musik Country dan Folk Amerika lewat kacamata kepribadian bangsa-nya sendiri. Secara alamiah akhirnya menjelma menjadi genre Musik Country dan Folk Amerika yang sudah lagi tidak terlalu "Amerika".
Yang menjadi pertanyaan, salahkah jika kita memiliki gaya Musik Country yang tidak seperti gaya Amerika?. Juga terbersit pertanyaan. Salahkah jika kita sangat ingin membawakan Musik Country seperti Garth Brook atau Bill Monroe?. Semua pertanyaan diatas nampaknya lebih menarik bila tidak kita jawab.
Jadi hal yang menarik dari kisah diatas, yaitu ketika kita mencoba menjadi diri sendiri sesuai dengan kemampuan teknis, nalar, selera dan wacana-nya masing-masing.
Dan impian yang menarik adalah ketika kita mampu melepaskan diri dari obsesi hanya menjadi seperti seorang koboy negeri Paman Sam, melainkan menjadi koboy negeri Mang Udin.
Malah akan lebih menarik ketika Paman Sam-pun tertarik singgah di Bandung hanya untuk sekedar mempelajari Udin dan mendaftarkan diri menjadi koboy yang terdaftar di Komunitas Musik Country Udin. He he he. Namun saya akui, saya pun belum bisa bermimpi seperti itu. Sebab saya masih suka memainkan musik Country Bluegrass ala Amerika. Sekalipun akhirnya sesat juga.
Rabu, 10 Maret 2010
Senin, 08 Maret 2010
Countrykuring 2
Persyaratan :
- Karya Sendiri / Group dengan Genre Country
- Rekaman Final Recording format Wav
- Belum pernah di publikasikan
- Hak Cipta merupakan tanggung jawab dan hak masing masing Pencipta
Senin, 01 Maret 2010
Comment ttg Softlaunch Country Kuring


"Selamat buat kang Egy dkk. Semoga akan terus bergulir ke aktivititas Country Kuring lainnya. Viva musik country & folk ala Indonesia !. Tq" (Ary Juliyant)S
ukses bro.....(Sigit Hardadi)Duh,
hanyakal jauh pdhal pengen hadir.Semoga sukses. Amien. (Yudhistira Ardha)
"Selamat Kang EGI atas peluncuran ALBUM COUNTRY KURING......perjuangan kita masih panjang untuk memasyrakatkan Country Music....,kiranya pantas bila digelar Country Music Festival atau Jambore Country Music di Bandung....,kami siap membantu wala
u kemampuan terbatas...." (Hairul Subkhi)
Softlaunch countrykuring

















Softlaunch Countrykuring, mengambil tempat di Galeri Ruang Rutih jl bungur37,28 februari 2010, pukul 20.00 Bandung berlangsung hangat dan atmosphere suasana kekeluargaan menyergap kental.
Mukti Mukti membuka penampilan dengan mengusung 3 lagunya,disusul Dama Gaok & Neps dengan perform yang menghipnotis semua pengunjung, lalu Laken menghadirkan warna bluegrass, The Daltons Band dengan vocalis andalannya Icha, dan Jamming Musisi Countrykuring, Sonnie Beatles, Krisna Blues Power, Yuki, Amoeng Gaia, Iwan Bungsu,Bubung, Tia, Toen,Ademuir, Jacky, Ato Baramaen, Alih,Joe Fortz, Sam Andree, Pow, Agus Joe Arkansas,...Suasana betul betul hangat....
Undangan yang Hadir antara lain musisi Country Bandung, Ketua CMCI, Kang Tatang Mara, Kang Haris Mara, Kang Rizal Chevy, Lea Chevy, Perwakilan dari OI, Acara yang meriah ini disponsori Babe Aling dari Lampung yang concern dengan perkembangan musik Country Indonesia, yang juga berperan besar dalam penyelenggaraan ini adalah pihak Galeri Ruang Putih sendiri yaitu Kang Maki dan Kang Aduy Tikalika, juga penanganan Sound Sistem oleh Kang Gep....Album Country Kuring sendiri menampilkan 16 lagu karya 15 peserta, yaitu
Mukti Mukti-Doa Untuk Indonesia,
Laken - Pohon Tua,
The Daltons - Kuakui,
Egi Fedly and the Good Fellas-Prahara Aceh,
Rull Darwis&The Undercover- No One,
Yuki and G Brut - Macet Lagi
Karina Parashati- Menggapaimu
Dama Gaok-Nuansa Pagi
Ato Baramaen - Dont Care at all
Rita Rubi Hartland, Ary Tretura- Bandungku sayang, Bandungku yang malang
Pow and Amoeng Gaia- Kucing dan Anjing
Ary Juliyant-Pantai Padang Bay
Tyo-Rita Rubi Hartland - tiap hari kita bikin hari minggu
Sonnie Beatles, Joe Arkansas
Krisna Blues Power - Rockabilly Joe
Ajie Jackson - Regret
Qisie - Terpaksa Bercinta
Album Kompilasi Country Kuring ini beredar dipasaran mulai pertengahan Maret 2010....
Thanks alot for all participans.....
Teks Egi Fedly, Photo Uncluster, galeri Ruang Putih
Sabtu, 27 Februari 2010
Profile Pengusung Countrykuring
Dama Gaok: Bermusik adalah Beribadah dan Berproses
[Uncluster/Country]---Kebanyakan orang mengenal Dama Gaok sebagai pemusik jalanan yang lagu-lagunya sempat mewarnai album-album awal Iwan Fals, selebihnya orang mengenal Dama sebagai musisi pengiring Iwan Fals yang ketika bernyanyi karakter vokalnya dinilai sepintas mirip Iwan Fals. Padahal lebih dari itu semua, pemilik nama asli Dama Kasmita ini adalah juga salah satu orang yang mengawali catatan sejarah musik country di Indonesia. Bersama grup Bourest, Dama pertama kali memunculkan musik country di televisi. Disela-sela waktu santainya, Dama menyempatkan membuka obrolan dengan uncluster di rumahnya di daerah Kampung Rambutan, Jakarta pada Sabtu (26/12) malam.
Uncluster: Bisa sedikit bercerita bagaimana tepatnya awal karier bermusik Anda?
Dama Gaok: Kalau perjalanan saya di musik sebenarnya mengalir aja, waktu SMA saya pernah bikin vokal grup sendiri, sampai akhirnya bersama anak-anak ITB saya mencari musik yang bisa dikembangkan saat itu. Kemudian saya ikut Festival Sangkuriang Voice bersama grup saya, namanya Dakocan, dan waktu itu dapat juara pertama. Lalu saya pindah ke Jakarta, di sana saya suka ngamen di Taman Ismail Marzuki atau di Teater Terbuka, sampai akhirnya ikutan juga Festival Lagu Humor dan Festival Musik Country, di festival itu grup saya juara dua dan di sana juga saya ketemu Babadotan, grupnya Iwan Fals &Egi. Setelah dari situ saya mulai membantu Iwan dalam menggarap lagu-lagunya, salah satunya waktu mau ngegarap lagu 'Oemar Bakrie', saya ngasih masukan tentang gimana musiknya, saya sendiri agak bingung gimana ngejelasinnya, ya udah waktu itu saya ga tanggung-tanggung minta batuan Om Idris Sardie buat memunculkan irama biola yang saya maksud hahaha…ya akhirnya jadilah lagu 'Oemar Bakrie' yang seperti itu dan meledak dipasaran.
Uncluster: Jadi Anda sendiri pernah punya berapa grup?
Dama Gaok: Cukup banyak, yang Dakocan itu tadi terus Chaplin, lalu sekitar tahun '84 sama Iwan saya pernah bikin grup bernama Kereta dan akhirnya sempat bikin album juga, terus sama grup Jakarta Country Music saya pernah bikin lima album, saya pernah gabung di Bourest dan ada beberapa album bersama mereka, kemudian ada Waygon Cowboys, Sundance Cowboys, Green Cowboys dan pernah bantu Tantowi Yahya juga.
Uncluster: Tentang Bourest, bisa cerita sedikit?
Dama Gaok: Hahaha nama grup itu sebenarnya kependekan dari nama daerah Budi Raya dan Sekitarnya, ada dua musik yang diusung sama Bourest, jazz dan country tapi player-nya yaa dibedain. Untuk yang jazz waktu itu ada Dian Paramana Putra, Cecep AS sama Dedy Dhukun, nah saya kebagian megang yang country-nya bareng sama Tom Slipi, Bambang Bule dan beberapa teman lain. Sampai akhirnya ada kesempatan untuk memunculkan musik country di TV, waktu itu sekitar tahun '82 TVRI yang minta dan saya sama teman-teman Bourest yang “versi” country ngisi.
Bagi komunitas country, Bourest memang punya track record tersendiri. Bersama Dama, grup yang membawakan irama country bluegrass itu cukup memberikan banyak referensi dan influence pada grup dan musisi lainya saat itu. Ary Juliyant pun sempat memaparkan kalau Bourest itu selalau mau menggali untuk menghadirkan musik yang bagus, dan terbukti setiap kali mereka tampil variasi musik yang dihadirkan begitu cantik.
Uncluster: Banyak orang lebih mengenal Anda sebagai “pendamping” Iwan Fals, kenapa Anda tidak mencoba untuk muncul sendiri saja?
Dama Gaok:: Hmm.. jujur masa-masa itu saya sebenarnya memang ingin lepas dari image itu, tapi ada kesulitan tersendiri. Saat itu, pasar atau industri pun tidak menginginkan adanya dua Iwan Fals yang muncul, yaa ada anggapan juga kalau karakter vokal saya juga mirip Iwan, padahal jelas-jelas Iwan punya talenta sendiri yang jauh lebih baik makanya dia jadi legend. Jadi yaa tambah susah, walaupun saya mencoba keras, akhirnya saya putuskan udah biarin ngalir ajalah. Dan saya senang bisa banyak membantu Iwan, saat penggarapan lagu bahkan juga konser, saya ingat beberapa konser Iwan waktu itu ada yang pernah dicekal dan ada yang rusuh, padahal kita sudah bikin persiapan panjang untuk itu..hahaha..Sampai saat ini Dama masih belum bosan untuk konsisten dengan warna musik dan lirik-lirik lagunya yang berisikan kritikan sosial tentang KKN, keadaan dunia yang tidak menghargai jiwa manusia dan apapun yang ada disekelilingnya. Semuanya itu kemudian dia tuangkan bersama NEPS (Nafas Evaluasi Potret Sosial), band country ballad yang dia bentuk bersama putera-puterinya. Dan beberapa waktu lalu, mereka me-launching album pertamanya yang berjudul Satu Jiwa Satu Warna di rumah Iwan Fals.
Uncluster: Apa Anda memang sengaja mengarahkan anak-anak Anda untuk bermusik?
Dama Gaok:: Sebenarnya tidak seperti itu, tapi bakat mereka di musik memang sangat kuat. Rata-rata di umur tiga tahun mereka masing-masing sudah menunjukkan ketertarikan pada alat musik dan vokal, dan saya bangga karena terbukti sekarang mereka bisa menjadi luar bisa dengan apa yang membuat mereka tertarik. Saya sendiri hanya membekali mereka sepenuhnya dengan skill agar mereka benar-benar bisa menjadi sesuatu dan bermanfaat bagi orang lain, hanya itu.
Uncluster: Lalu, ide-ide karyanya darimana?
Dama Gaok: Saya menurunkan lagu-lagu saya dulu untuk NEPS, lagu-lagu yang masik berisikan kritikan sosial karena menurut saya kritik sosial itu tidak boleh mati. Mungkin dengan musik dan karya-karya semacam ini cukup sulit untuk masuk ke pasar, karena mereka akan bertanya “ini musik apa?”. Tapi saya dan anak-anak sepakat untuk muncul dengan warna musik seperti ini saat dimana orang-orang katanya lebih suka lagu-lagu cengeng hahaha…
Uncluster: Kabarnya Anda bergabung di album Kompilasi Country Kuring juga?
Dama Gaok: Ya, dari awal saya dikasih kabar dan diajak sama Egi saya langsung tertarik, alasannya selain karena project ini bagus saya juga sangat tahu betul track record seorang Egi Fedly, dia bisa dibilang salah satu orang yang masuk di sejarah awal country di Indonesia. Saya hanya berpikir untuk membantu teman, tanpa banyak bicara dan langsung berbuat, hasilnya saya kasih satu lagu untuk di album itu.
Dama sendiri mengangap perjalanannya di musik adalah bagian dari pada ibadahnya pada Tuhan, proses bermusiknya sendiri mengajarkan dia untuk terus berproses, tidak ada motivasi yang muluk-muluk, biarkan mengalir dan asal tahu apa yang bisa diberikan untuk keluarga, masyarakkat dan lingkungan. “Bagi saya bermain musik itu harus dewasa, cerdas, dan matang, bukan cuma menarik agar maksudnya bisa benar-benar sampai ke orang yang mendengar. Dan saat merasa makin jago, harusnya merasa makin malu,” ucapnya sambil tersenyum menutup obrolan. (teks:windi/foto:egi)
Rabu, 24 Februari 2010
Senin, 22 Februari 2010

Alhamdulilah, akhirnya Project Album Kompilasi COUNTRYKURING bisa selesai, walau bergeser dari target Rilis ahir tahun 2009, target yang di canangkan ketika awal konsep Project ini ditawarkan pada bulan Juni 2009.
Softlaunch 28 februari 2010, Album kompilasi Countrykuring , lalu paling lambat 2 minggu setelahnya, Album ini sudah bisa didapatkan peminat di beberapa tempat, diantaranya :
BANDUNG :
-Galeri Ruang Putih Tikalika, Jl Bungur 37 Bandung
-Cafe Rumah Nenek, Taman Cibeunying
-Bluegrass Cafe, Jl Purnawarman Bandung
-Radio Mara
-Radio Chevy
LAMPUNG
-BABE Cafe & Resto
JAKARTA
-Koperasi SENIRUPA IKJ, cikini raya 73
- BTC, Bintaro
LOMBOK





