Senin, 10 Agustus 2009

Nostalgia : Franky and Jane

Tapi dia memilih pergi dengan kereta malam. Sebab ada rindu pada orang tuanya yang sudah tidak tertahankan. Lalu dengarkan dia bersenandung lirih: Duduk di hadapanku seorang ibu/dengan wajah sendu, sendu kelabu/penuh rasa haru ia menatapku/seakan ingin memeluk diriku/dia lalu bercerita tentang/anak gadisnya yang t'lah tiada/karna sakit dan tak terobati/yang wajahnya mirip denganku…

Tapi itu hanya syair lagu Perjalanan yang dibawakan duet Franklin Hubert Sahilatua & Jean Maureen Sahilatua yang popuper di tahun 1970-1980-an silam. Franky & Jane kakak beradik bermarga Sahilatua pertama dikenal publik lewat album mereka yang berjudul Musim Bunga. Sebenarnya album yang diproduksi tahun 1978 tersebut adalah album ke dua dari nyong Ambon kelahiran Surabaya tersebut, namun baru di album Musim Bunga tersebutlah mereka mulai populer.

Duo tersebut segera menyita perhatian publik karena pilihan warna musiknya yang berbeda dari warna kebanyakan. Warna country dan lagu-lagu balada yang diusung duo tersebut, dengan musik yang sederhana. Acuh tapi manis Dengan suara gitar yang sangat menonjol, sedikit sentuhan aksentuasi dram, sedang suara biola memberi suasana dan latar belakang. Franky sendiri dengan terus terang mengakui banyak dipengaruhi John Denver, sedang Jane baik warna suara maupun kecenderungannya dalam menginterpretasikan lagu condong pada Melani yang cenderung meliuk-liuk dan merintih.

Dari segi lirik, lagu-lagu Franky & Jane hanya sedikit yang berbicara tentang cinta. Tapi Franky & Jane berhasil membuktikan bahwa meski tidak menjual cinta, namun mereka tetap bisa eksis. Simak saja judul-judul seperti Jaka Tarub, Bis Kota, Kepada Angin dan Burung-Burung tidak semuanya berisi lagu cinta platonis. Seperti halnya puisi-puisi Taufiq Ismail yang banyak dibawakan oleh Bimbo, demikian juga Franky & Jane banyak membawakan puisi dari Yudhistira Ardi Nugraha. Lihat saja dari 12 lagu di album Musim Bunga, 6 di antaranya adalah puisi karya Yudhistira Ardi Nugraha: Dari Sepi Ke Sepi Kembali, Perjalanan, Nyanyian, Benua Baru, Pelabuban, Pekerja.

Franky juga secara santun berani mengungkapkan ketidakadilan dalam masyarakat, satu hal yang sangat dianggap tabu di masa itu. Paling tidak, dia menunjukkan ke khayalak bahwa country tak hanya bisa akrab dengan cowboy-cowboy di Amerika. Bahkan album country daerahnya memperoleh penghargaan di ajang kompetisi bergengsi AMI (Anugerah Musik Indonesia). Keberhasilan album-album Franky & Jane, mulai dari Musim Bunga, Kepada Angin, hingga Burung-Burung, Dan Ketuk Semua Pintu, Panen Telah Datang, Di Ladang Bunga, Siti Julaeka, membuktikan bahwa pilihan music country-nya bukanlah pilihan asal tampil beda, tapi merupakan kesatuan semangat nyanyian hati seperti menyatunya petani dengan sawah ladang serta kicau burung di antara derai tawa anak-anak desa dan menyatunya pohon-pohon dengan suara kecipak air sungai, suasana alam pedesaan yang menawan. Simak saja syair Kepada Angin dan Burung-Burung:“…kepada angin dan burung-burung/matahari bernyanyi/tentang daun dan embun jatuh/sebelum langit terbuka…” atau pada lagu Semusim Sekali: “…senda gurau gadis tani/kicau burung yang bernyanyi/pada musim petik buah/di gunung jadi riang dan berseri…”

Franky memulai karier bermusiknya pada 1973 di Bengkel Musik "Lemon Trees" yang bermarkas di Surabaya. Di sana dia bertemu dengan musisi-musisi kawakan pada masanya, sebut saja Gombloh, Leo Kristi dan Arthur Kaunang. Meski Franky tidak bertahan lama di bengkel musik tersebut, namun harus diakui pergaulan Franky dengan mereka mampu memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kelangsungan karirnya. Dan tahun 1977 dia memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

Selain dikenal karena duonya dengan Jane, Franky juga mencoba bersolo karier. Awal debutnya menghasilkan album Balada Wagiman Tua yang dirilis pada tahun 1982, berturut-turut beberapa album dihasilkan, salah satunya Lelaki & Telaga berhasil mendapat simpati dari masyarakat. Selain itu, Franky juga sempat menciptakan lagu Kemesraan yang dibawakan oleh Iwan Fals, lagu yang sempat menjadi lagu wajib anak-anak muda di tahun 1980-an. Selain itu keberhasilan lagu 'Terminal', 'Orang Pinggiran', dan 'Menangis', tak lepas dari pertemanannya dengan Iwan Fals atau Emha Ainun Nadjib yang menyumbangkan lagu 'Perahu Retak'-nya kepada Franky Sahilatua.

Minggu, 09 Agustus 2009

Bluegrass


Sebagian orang yang awam terhadap musik country cenderung lebih gampang mengenal irama musik ini sebagai musik yang country ”banget”. Padahal jenis irama yang dikenal dengan bluegrass ini adalah salah satu subgenre dari musik country itu sendiri.

Jenis irama musik ini diilhami para imigran dari Inggris dan Irlandia, terutama imigran-imigran Scotlandia dan Irlandia yang tinggal di Pegunungan Appalachian. Di bluegrass, setiap instrumen punya giliran sendiri dalam memainkan melodi dan berimprovisasi.
Ciri khas tradisional bluegrass terletak pada instrument-instrumentnya, seperti mandolin, accoustic guitar, banjo, fiddle /biola, contra bass, dobro dan tanpa atau dengan vocal. Tidak seperti irama-irama country yang lain, musisi-musisi bluegrass lebih sering menggunakan alat musik gesek dan akustik untuk menciptakan harmonisasi musik yang unik. Selain pada instrument, ciri khas musik bluegrass juga ada pada harmonisasi vokal yang meliputi dua sampai empat bagian. Suara yang penuh perasaan dengan vokal yang begitu tinggi. Karakter vokal seperti ini disebut juga sebagai "high lonesome sound."

Gaya musik bluegrass mulai berkembang sekitar pertengahan tahun 1940an dan tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim sebagai penemu musik ini.


Bill Moenroe adalah orang yang sering disebut-sebut sebagai ”bapak bluegrass”, karena memang pada masa itu irama musik ini menjadi format musik yang dibawakan Blue Grass Boys, bandnya yang dibentuk di sekitar tahun 1939. Nama bluegrass pun sebenarnya diambil dari band tersebut. Di tahun 1945 kemudian muncul Earl Scruggs, seorang pemain banjo yang memaikan banjo dengan gaya three-finger roll. Gaya ini sebenarnya mengadapatasi dari Snuffy Jenkins, dan sekarang kebanyakan orang menyebut gaya permainan banjo ini dengan sebutan "Scruggs style". Di tahun 1947 sempat muncul juga The Stanley Brothers, band yang dimotori seorang pemain banjo bernama Raplh Stanley ini merekam lagu "Molly and Tenbrooks" dengan gaya musik yang biasa dibawakan Blue Grass Boys.

Musisi-musisi yang menjadi generasi pertama, mendominasi perkembangan bluegrass dari pertengahan 1940 sampai sekitar pertengahan 1960an. Mereka juga sangat konsisten membawakan musik pada masa "Golden Age", yaitu sekitar tahun 1950an. Di antaranya Bill Monroe (Blue Grass Boys), The Stanley Brothers, Lester Flatt &Earl Scruggs featuring Foggy Mountain Boys, Reno and Smiley, Lonesome Pine Fiddlers, Jim & Jesse, Jimmy Martin dan The Osborne Brothers, Mac Wiseman, Mac Martin dan The Dixie Travelers, Carl Story dan Rambling Mountaineers, Buzz Busby, The Lilly Brothers, Jim Eanes serta Earl Taylor

Setelah melewati beberapa dekade, pendengar musik bluegrass semakin meluas. Label musik country pun kemudian mulai banyak mengeluarkan rekaman album bluegrass yang di antaranya diisi oleh Dolly Parton dan Patty Loveless. Karena hal ini, musisi bluegrass yang pernah mengawali perkembangan bluegrass di tahun 1980-an, Ricky Skaggs, kembali muncul di akhir 1990-an bersama bandnya, Kentucky Thunder.

Karena terus berkembang, bluegrass juga akhirnya mempunyai subgenre di dalamnya, yaitu tradisional bluegrass, progressive bluegrass, bluegrass gospel, dan neo-traditional bluegrass.

Tradisional bluegrass sering dibawakan oleh Bill Monroe dan Blue Grass Boys, Ralph Stanley &The Stanley Brother, Clinch Mountain Boys serta Ricky Skaggs dan Kentucky Thunder. Musik ini biasanya memiliki irama chord tradisional yang sangat simple, hampir mirip seperti memainkan musik folk, dan hanya menggunakan instrumen akustik. Karena mengikuti perkembangannya, tradisional bluegrass juga terkadang diisi dengan accordion dan harmonika.

Progressive Bluegrass atau sering disebut juga new-grass. Mengalami perkembangan yang luas di tahun 1960 dan 1970-an. Sejak saat itu beberapa musisi mulai memasukan instrument-isterument elektrik untuk menciptakan harmonisasi bluegrass yang baru. Foggy Mountain Boys adalah salah satu band yang mulai membawakan irama progressive bluegrass dan sempat juga berkolaborasi dengan Earl Scrugss. Kini irama semacam ini menjadi warna bluegrass yang sering dibawakan Alison Krauss &Union Station serta Dixie Chicks.

Bluegrass gospel muncul karena sebagian musisi bluegrass juga memasukan musik gospel ke dalam harmonisasi bluegrass yang mereka bawakan. Unsur yang paling sangat membedakan dalam musik bluegrass ini adalah liriknya yang berkenaan dengan ilmu agama dan keimanan Kristiani. Musisi bluegrass yang sering membawakan warna ini antara lain adalah Doyle Lawson & Quicksilver dan Third Tyme Out.

Neo-traditional bluegrass adalah perkembangan irama terbaru dalam dunia bluegrass. Irama ini muncul di tahun 1990-an dan mejadi irama bluegrass yang hampir banyak dibawakan musisi country sekarang.

Dari UNCLUSTER

Kamis, 06 Agustus 2009

Asal Usul

Imigran yang tiba di Amerika Utara dan menetap di selatan Pegunungan Appalachia membawa serta alat musik dari Eropa berikut irama musik yang telah dikenal mereka selama 300 tahun. Orang Irlandia membawa fiddle (biola), orang Jerman membawa alat musik petik dulcimer, orang Italia membawa mandolin, orang Spanyol membawa gitar, dan orang Afrika membawa banjo[4] Interaksi antarmusisi dari berbagai kebangsaan menghasilkan musik khas Amerika Utara. Di awal abad ke-20, grup musik Appalachia menggunakan alat musik seperti fiddle, gitar, dan banjo.[5] Bentuk awal musik country dan rekaman musik jenis ini sering disebut musik rakyat Amerika Utara (old-time music)

Sepanjang abad ke-19, sejumlah kelompok imigran di Amerika Serikat yang berasal dari Eropa, terutama Irlandia, Britania Raya, Jerman, Spanyol, dan Italia pindah ke Texas. Kelompok dari berbagai bangsa tersebut berinteraksi dengan orang Spanyol, orang Meksiko-Amerika, penduduk asli Amerika Serikat, dan pemukim Amerika Serikat yang sudah lebih dulu menetap di Texas. Sebagai hasilnya, di Texas berkembang kebudayaan dengan ciri-ciri khas yang berakar dari kebudayaan negara asal pemukim. Pemukim dari wilayah yang sekarang disebut Jerman dan Republik Ceko mendirikan aula dansa yang besar di Texas. Petani dan orang kota menggunakannya sebagai tempat berkumpul, menari, dan menghabiskan waktu santai bersama. Di antara irama musik yang dimainkan adalah musik waltz dan polka. Alat musik yang dimainkan untuk meramaikan aula dansa adalah akordion.

Rekaman pertama

Rekaman yang bisa dianggap sebagai rekaman pertama musik country adalah lagu "Sallie Gooden" oleh pemain fiddle A.C. (Eck) Robertson yang dirilis tahun 1922 oleh Victor Records. Perusahaan rekaman Columbia Records sudah mengeluarkan rekaman berisi musik "hillbilly" (seri 15000D "Old Familiar Tunes") pada tahun 1924.[6] Setahun sebelumnya, Fiddlin' John Carson mengeluarkan "Little Log Cabin in the Lane" pada 14 Juni 1923 di bawah label Okeh Records.[7] Vernon Dalhart adalah penyanyi country pertama yang lagunya menjadi hit di Amerika Serikat, "Wreck of the Old '97" pada bulan Mei 1924.[8][9] Sisi B piringan hitam tersebut berisi lagu "Lonesome Road Blues" dan ikut menjadi populer.[10] Di awal perkembangan musik country terdapat musisi seperti Riley Puckett, Don Richardson, Fiddlin' John Carson, Al Hopkins, Charlie Poole and the North Carolina Ramblers, dan The Skillet Lickers.[11] Steel guitar mulai dipakai untuk memainkan musik country sejak tahun 1922, setelah Jimmie Tarlton bertemu dengan gitaris Hawaii Frank Ferera di Pantai Barat AS.[12]

Asal usul musik country modern berasal dari pengaruh Jimmie Rodgers dan Carter Family. Keduanya dianggap sebagai pendiri musik country dan lagu-lagu mereka direkam pertama kali dalam sesi bersejarah di Bristol, Tennessee/Bristol, Virginia, 1 Agustus 1927. Pada waktu itu, Ralph Peer bertindak sebagai pemandu bakat dan teknisi perekam suara.[13]

Rodgers mencampur unsur-unsur hillbilly country, gospel, jazz, blues, pop, cowboy, dan folk. Sebagian besar dari lagu-lagunya, termasuk "Blue Yodel"[14] (Victor 21142) terjual lebih dari satu juta keping, dan sekaligus menjadikannya sebagai penyanyi utama di era awal musik country.[15]

Selama 17 tahun berturut-turut sejak tahun 1927, grup Carter Family merekam sebanyak 300 lagu balada old time, lagu tradisional, lagu country, dan himne gospel yang merupakan peninggalan budaya dan folklor Amerika Serikat Bagian Tenggara.[16]

Setelah Depresi Besar terjadi penurunan dalam angka penjualan piringan hitam. Radio tampil sebagai hiburan populer di kalangan rakyat. Musik country diputar dalam berbagai acara radio yang disebut barn dance. Mulai dari Amerika Serikat Bagian Selatan hingga ke utara sampai di Chicago dan ke selatan sampai di California, stasiun radio menjadi sering memutar musik country. Salah satu acara yang patut dicatat adalah acara mingguan musik country bernama Grand Ole Opry dari radio 650 WSM di Nashville, Tennessee. Di antara bintang-bintang yang hadir di acara Opry terdapat musikus seperti Uncle Dave Macon, Roy Acuff, dan pemain harmonika Afrika-Amerika bernama DeFord Bailey. Pemancar WSM yang kuat sebesar 50.000 watt di tahun 1934 membuat radio ini sering kali bisa didengar di seluruh AS.[17]

Lagu koboi, western swing, dan hillbilly boogie

Sepanjang tahun 1930-an dan 1940-an, lagu-lagu koboi (musik western) yang sudah sering direkam sejak tahun 1920-an menjadi populer berkat film-film Hollywood. Di antara koboi bernyanyi era 1930-an dan 1940-an terdapat musisi seperti Gene Autry, Sons of the Pioneers, dan Roy Rogers.[18]

Bob Wills adalah penyanyi "country" yang membintangi film koboi Hollywood. Campuran musik "country" dan jazz yang dimainkannya sebagai musik aula dansa, nantinya dikenal sebagai western swing. Spade Cooley dan Tex Williams juga memiliki band yang populer dan main film.

Setelah irama musik ini dimainkan di Aula Carnegie, musisi country mulai merekam irama boogie pada tahun 1939. Johnny Barfield merekamnya sebagai boogie woogie. Sejumlah kecil rekaman yang mulanya disebut hillbilly boogie atau okie boogie (atau nantinya country boogie) akhirnya membanjiri pasaran sekitar akhir tahun 1945. Salah satu country boogie yang menonjol asal era tersebut adalah "Freight Train Boogie" dari Delmore Brothers. Lagu "Freight Train Boogie" dianggap sebagai bagian dari tahapan evolusi musik country dan blues menuju terbentuknya rockabilly. Pada tahun 1948, lagu "Guitar Boogie" dan "Banjo Boogie" dari Arthur "Guitar Boogie" Smith sampai di urutan 10 teratas tangga musik country di AS. "Guitar Boogie" bahkan sampai di tangga lagu pop AS.[19] Penyanyi berirama country boogie yang lainnya termasuk Merrill Moore dan Tennessee Ernie Ford. Periode Hillbilly Boogie terus berlanjut hingga ke tahun 1950-an, dan bertahan hingga abad ke-21 sebagai subgenre musik country.

Di akhir Perang Dunia II, musik "pendaki gunung" dari band alat petik yang dikenal sebagai musik bluegrass muncul ke permukaan. Perintisnya adalah Bill Monroe bersama Lester Flatt dan Earl Scruggs, di bawah pimpinan Roy Acuff di Grand Ole Opry, Nashville, Tennessee.

Jenis lain musik coutry yang hanya memakai gitar, bass, dobro atau steel guitar (dan nantinya drum) menjadi populer di kalangan orang kulit putih kelas menengah ke bawah di Amerika Serikat Bagian Selatan. Irama yang nantinya disebut honky tonk ini berasal dari Texas. Definisi irama honky tonk adalah "sedikit dari sini, sedikit dari sana, sedikit hitam, sedikit putih...cukup keras agar engkau tidak banyak pikir-pikir dan langsung memesan wiski."[20] Al Dexter dari Texas Timur sukses mencetak lagu hit "Honky Tonk Blues", dan beberapa tahun kemudian dengan "Pistol Packin' Mama". [21] Lagu-lagu honky tonk erat hubungannya dengan bar dan rumah minum. Di antara artis yang membawakannya terdapat musisi seperti Ernest Tubb, Ted Daffin, Floyd Tillman, Maddox Brothers and Rose, dan Hank Williams yang nantinya disebut musisi country "tradisional".

Sejumlah musisi country juga merekam lagu-lagu dalam irama lain. Moon Mullican yang memainkan western swing juga merekam lagu-lagu yang bisa disebut rockabilly. Bill Haley menyanyikan lagu-lagu koboi, dan pernah menjadi menjadi peneriak yodel. Haley akhirnya terkenal sebagai perintis rock and roll. Lefty Frizzell memainkan honky tonk dengan gaya Jimmie Rodgers. Hasilnya adalah lagu yang sangat khas Lefty Frizzell. Di antara tahun 1947 dan 1949, raja musik country Eddy Arnold berhasil menempatkan 8 lagu di 10 teratas tangga lagu Billboard.[22]

Tahun 1950-an dan tahun 1960-an

Nashville sound

Sejak pertengahan tahun 1950-an hingga puncaknya di awal tahun 1960-an, irama yang dikenal sebagai "nashville sound" mengubah musik country sebagai industri jutaan dolar. Irama musik ini disebut nashville sound karena berasal dari industri rekaman di Nashville, Tennessee. Di bawah pengarahan produser seperti Chet Atkins, Owen Bradley, dan kemudian Billy Sherrill, mereka mengantarkan nashville sound ke berbagai kalangan, sekaligus menghidupkan kembali musik country.[23] Lagu-lagu berirama nashville sound bisa dikenali dari ciri-ciri khas yang dipinjam dari musik pop tahun 1950-an: vokal yang "lembut" dan dominan dengan pengiring berupa alat musik gesek dan paduan suara. Musisi country yang tergolong ke dalam genre nashville sound adalah Patsy Cline, Jim Reeves, Floyd Cramer, dan kemudian Tammy Wynette serta Charlie Rich.

Rockabilly

Tahun 1956 bisa disebut sebagai tahun rockabilly untuk musik country. Peringkat ke-2, ke-3, dan ke-4 tangga Billboard waktu itu ditempati oleh Elvis Presley dengan "Heartbreak Hotel", Johnny Cash dengan "I Walk the Line", dan Carl Perkins dengan "Blue Suede Shoes".[24] Pada tahun 1958, Johnny Cash dan Elvis kembali menempatkan lagu-lagunya di 5 teratas Billboard, masing-masing dengan "Guess Things Happen That Way/Come In, Stranger" di urutan ke-3 dan "Don't/I Beg Of You" di urutan ke-5.[25] Elvis mengakui dipengaruhi artis rhythm and blues. Sementara itu tentang gaya bermusiknya, Elvis berkata, "Orang kulit berwarna sudah lama menyanyikan dan memainkan musik seperti yang aku mainkan sekarang, sudah lama sekali daripada yang kutahu." Ia juga menambahkan, "Musikku hanyalah musik country yang melompat-lompat."[26]

Genre yang sekarang disebut rockabilly mencapai puncak kepopuleran di kalangan penggemar musik country pada tahun 1950-an dan lagu-lagunya direkam oleh pemusik country. Di akhir dekade 1950-an, musisi country tradisional seperti Ray Price, Marty Robbins, dan Johnny Horton mulai menjauhkan diri pengaruh rock and roll.

Musik country mendapat perhatian pendengar di seluruh Amerika Serikat melalui acara musik Ozark Jubilee. Acara ini disiarkan secara langsung dari Springfield, Missouri, dari tahun 1955 hingga 1960. Musisi yang tampil adalah pemusik country yang top, termasuk pemusik beraliran rockabilly.

Sumber : Wikipedia

Rabu, 05 Agustus 2009

Music Country Indonesia Minim Karya Cipta, benarkah?


Oleh : Lady Asther

KabarIndonesia - Selama 16 tahun terakhir, musik Indonesia mengalami “kekacauan” dengan adanya pembajakan sampai-sampai ada klaim dari negara asing terhadap musik kita. Meskipun banyak kekacauan di dunia musik kita, AMI Awards tetap hadir sebagai “penyemangat” musik Indonesia untuk tidak berputus asa dan tetap berkreasi. Untuk menyelamatkan musik Indonesia, tahun lalu AMI Awards menggelar penghargaan untuk karya musisi anak negeri yang bertajuk “Save Our Music”. Untuk meneruskan tujuan dari menyelamatkan musik anak negeri, RCTI bersama YAMI menggelar AMI 12th di tahun ini untuk melestarikan karya anak bangsa dengan memberikan penghargaan terhadap prestasi musisi anak negeri dalam acara yang bertemakan “Musik Anak Negeri” yang akan disiarkan secara langsung dari Balai Sarbini, Plasa Semanggi pada Tanggal 24 April 2009 mendatang. Sebuah tema yang sinergis dengan kondisi saat ini dengan banyaknya talent baru yang berkesempatan masuk ke wilayah industri musik Indonesia. AMI Awards adalah ajang penghargaan musik paling bergengsi yang masih bertahan hinggga saat ini dan yang paling ditunggu oleh para musisi-musisi di Indonesia. Dengan usia perhelatan yang ke-12 AMI Awards selalu konsisten dan transparan dalam memberikan penilaian dalam membuat kategorisasi dan pemilihan para nominator. Sebab pemilihan nominasinya bukan berdasarkan penjurian, melainkan melalui “Dewan Kategorisasi” yang terdiri dari insan dunia musik, dari pencipta lagu, musisi, wartawan musik dan pengamat musik. Seperti Terre, Yovie Widianto, Jan Juhana, Conrad Lamury dan 6 expertise musik lainnya. Oleh karenanya, keabsahan nominasi dan pemenang bisa dijamin dan bisa dikatakan mewakili semua jenis musik. Nominasi AMI Awards tahun ini dibagi menjadi 41 kategori dan akan dibagikan 63 piala kepada insan musik Indonesia yang berprestasi. Perbedaan AMI Awards ditahun ini tidak ada lagi penghargaan untuk musik country karena jumlah karya musik country yang sedikit untuk dinilai dalam AMI Awards. Di tahun lalu ada spesial penghargaan diberikan dalam “Legend Award” kepada Pak Amin Wijaya. Apakah ada penghargaan spesial lainnya yang akan diberikan di tahun ini? Jawabannya dapat diketahui pada saat hari pelaksanaanya nanti. Di malam puncak AMI Awards 12th acara akan dipandu oleh Olga Syahputra dan diramaikan oleh sederet bintang tamu seperti Ungu, Yovie and The Nuno, Kotak Band, Bunga Citra Lestrai, Mulan Jameela, Sisi Idol, Gisel Idol, Patton dan Debo Idola Cilik 2, ME dan masih banyak lagi. (*)

Bahan dari : http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Sebagai penikmat musik Indonesia, menyaksikan Anugerah Musik Indonesia (AMI) semalam (24/4) di RCTI - membuat saya sedikit geleng-geleng kepala dengan pertanyaan2 : Kok bisa? Ah gimana sih? Pantas aja.. dll Yang menarik dalam pengumuman pemenang AMI semalam selain tampilnya Slank plus kolaborasinya dengan God Bless - adalah apa yang dikatan Yopie Widianto dimana Bandnya Yovie and The Nuno meraih penghargaan Album Terbaik. Yopie berkata (seperti dikutip Detik.com) : "Kami akan mepertahankan karya yang original. Semoga kami tidak tergoda untuk menjadi band plagiat!" Perkataan itu sangat tepat ditengah isu banyaknya Band atau musisi Indonesia yang dianggap plagiat atau copas musik2 luar. Untungnya Band/musisi yang diisukan plagiat gak ada yg menang award.
Yang saya sayangkan, dalam penghargaan AMI ini hanya berputar pada musik-musik mayor label yang kebanyakan berkeliaran di TV. Dengan kata lain ini penghargaan musik industri atau komersil, Indonesianya mana (yg penuh keragaman itu)??? - Buktinya, tidak ada kategori musik indie, ataupun musisi2 seperti Pass Band (yg juga rilis album) atau Effek Rumah Kaca dll yang secara musikalitas banyak dipuji oleh berbagai kalangan. Selain itu adanya kategori baru RBT (Ring Back Tone) terlaris menjadi hal yang cukup miris dan mempertegas sebagai ajang musik industri (baca : komersil). Parahnya hal ini dibarengi dengan tidak adanya kategori yakni musik country.. lalu bagaimana dengan genre lainnya? Bagaimana dengan musik tradisional?? Tapi secara keseluruhan : mantaplah,!! - Setidaknya tema yang diusung serta adanya penghargaan atas hasil karya anak negeri tetap ada!
Bahan Dari : deniborin.multiply.com/.../Anugerah_Musik_Indonesia_atau_Industri_AMI_2009 -

Sabtu, 01 Agustus 2009

FOLK

Mungkin, lebih dari 80% di pikiran loe ketika ditanya mengenai Musik Folk, maka yang terbayang adalah Musik Folk Rock, seperti American Folk atau Country.

Bagi loe yang belum mengetahui, musik folk memilki arti yang sama dengan World Music atau Musik Etnik atau Country. Jika menilik kelahiran musik folk, yang jelas tidak bisa ditentukan dengan pasti kapan mereka lahir pertama kali. Karena hampir di setiap sudut tempat di dunia memiliki musik khas (musik ibu/musik etnik) yang sudah lama lahir turun-temurun di setiap tempat di dunia, yang entah sudah berlangsung berapa puluh-ratus generasi dalam tradisi bermusik di setiap daerah di penjuru dunia.

Musik Folk Rock bermunculan di wilayah Amerika, Kanada dan Inggris pada dekade 50 - 60an. Pada era 40an khas dengan hiasan Clean suara gitar elektrik, Kontra Bass, Mandolin, sampai akhirnya di tahun 60an trend memakai gitar dengan 12 senar seperti Roger McGuinn (The Byrds) atau George Harrison (Beatles, di tahun 1964-1965) dan Folk Rock memiliki khas yang sangat kental pada harmoni vokal yang rapat pada kalimat-kalimat dalam lagunya.

Folk Rock yang terkenal kepopulernya, banyak didukung oleh sentuhan Canadian Folk Rock (hasil percampuran American Folk dan Celtic Folk), seperti yang dibawa oleh Bob Dylan, Neil Young, Leonard Cohen, Joni Mitchel dan lain sebagainya.

Setelah tahun 1964 sampai menjelang era 70an musik ini baru berkembang di Inggris. Yang dikenal dengan pionir-pionir mereka seperti Beatles, Pentangle dan Faiport Convention. Musik Folk Rock khas Eropa biasanya mencampurkan aroma musik Folk Rock dengan Folk khas Eropa sendiri, seperti aroma dari Irish Folk, Scott Folk, Cornwall, dan Brittany Folk.

Dan puncak perkembangannya adalah ketika Folk Rock muncul di tengah dunia modern. Musik ini mulai pesat berkembang dan menjadi mainstream-populer di dunia saat itu pada dekade awal 60an sampai akhir 70an. Berasal dari percampuran kultur Folk Amerika, Eropa dipadu dengan clean gitar elektrik yang membawa harum baru di dunia musik. Mereka inilah bibit Folk Rock yang nanti memiliki penerus-penerus di tahun 50an sampai 60an. Di ujung era tahun 1930an sampai akhir 1940an, Amerika mengenal Almanac Singer, The Weaver dan Leadbelly. Konon katanya, mereka adalah nenek moyang dari Folk Rock.

Di tengah dekade 60an sampai tengah dekade 70an, Amerika Serikat. Folk Rock datang sebagai media ekspresi dari pergerakan kaum Hippie yang menjadi budaya populer. New York sebagai pusat Folk Rock-pun mengembangkan sayap dengan cepat ke penjuru dunia, dimulai dari Denver, San Fransisco, Poenix sampai ke penjuru Inggris. Berbeda dengan pembawaan di Musik Pop, Musik Folk Rock lebih menyentuh sisi realita manusia, fantasi hidup, pesan perdamaian, kecintaan pada alam, sampai berbicara mengenai revolusi dan warna kulit di lirik-lirik yang dibawa oleh para seniman Folk Rock.

Perkembangan Musik Folk Rock Modern Setelah Era 60an-70an

- Electrical Folk :
Berkembang di Inggris di akhir tahun 60an, terinfluens oleh musik klasik dan Tradisional Jazz. Perkawinan antara Clean Gitar dan eksperimen struktur pada musiknya. Pentolanan-pentolan yang membawa Elekrical Folk: Pentangle, Steeleye Span.

- Folk Punk :
Berkembangan dari musik folk dan Punk Rock. Berkembang di Inggris pada dekade 80an. Perkawinan antara khas lagu tradisional Irlandia, Folk Rock, dengan bahasan masyarakat modern dan hedonisme. Pentolan-pentolan yang membawa Folk Punk: Andrew Jackson Jihad, Chaptain Chaos, Against Me! dan lain sebagainya.

- Indie Folk :
Tidak jauh berbeda dengan Folk Punk, Indie Folk diambil dari kata Independent, yang tadinya banyak dikelola oleh label-label kecil untuk mendukung seniman-seniman Folk Rock dalam perkembangan bermusiknya. Terinfluens oleh 50’s-60’s Folk Rock, Eksperimental, Punk dan Indie Rock/Indie Pop. Berkembang di dekade 80’s sampai 90’s, perkembangan musik mereka lebih luas dan lebih progressive di banding perkembangan Folk Rock lainnya. Mereka adalah awal dari perkembangan musik yang kita kenal dengan Cutting Edge. Mereka melahirkan genre: Freak Folk, College Rock dan Psychedelic Folk. Pentolan-pentolan yang membawakan Indie Folk, seperti: Kukl (band pertama Bjork), Hayden, The Mountain Goat dan lain-lain.

- Folk Metal :
Berkembang pesat di wilayah Eropa atau wilayah Skandinavia dekade awal 90an, dan berkembang menjadi maensteam sejak awal masuk era tahun 2000an. Folk Metal adalah perkawinan Heavy Metal dan Folk di wilayah Eropa setempat. Metal Folk ini semacam: Celtic Metal (Musik Folk Celtic dipadu Heavy Metal), Oriental Metal (Heavy Metal yang berbau Arabic), Mittelalter Metal (berkembang di Jerman, biasanya khas dengan alat instrumental Bagpipe, Biola, Barrel Organ dan Mandolin).

Folk di Indonesia
Perkembangan Folk khas di Indonesia sendiri masih terjaga dengan mulai banyak penggemar dan bisa diterimanya musik tradisional yang dicampur dengan harum alat musik modern, menunjukkan suatu progress yang baik. Ditunjukkan pentolannya seperti: Vicky Sianipar, Discus, Navicula, Ubiet dan lain sebagainya. Tidak kalah dengan pendahulunya seperti: Krakatau atau Guruh Gipsy yang jaya pada era 70’an hingga 90’an.

Menggeser pengaruh bahwa Folk Indonesia identik dengan Iwan Fals, Ebiet G.A.D, Swami, Franky Sahilatua, Leo Kristi, Mukti-Mukti, Ary Juliant dan musisi-musisi lainnya. Ini adalah kemajuan yang sangat baik di era tahun 2000an. Ya, di Indonesia, untuk Folk yang bernuansa segar lainnya hari ini sedang mengalami peremajaan yang sangat baik.

Banyaknya bermunculan band-band indie yang mengusung tema-tema keseharian dan kritik yang dibalut bahasa yang baik dari musisi Folk yang muda. Ya, tidak lagi selalu dipegang oleh kaum Folk tua dan konsumsi orang tua. Seperti Sore, F.L.O.A.T, Cozy Street Corner dan kawan-kawan Folk muda di masing-masing daerah. Semoga bisa terus menyentil keadaan sekitar! Dan terus bereksplorasi.

Bahan dari : [deugalih.multiply.com/aa] Symphony Music

Data yang diperlukan


Untuk kelengkapan data Album Kompilasi Country Kuring, setiap pengiriman CD hasil Mixing (Maksimal 2 lagu), mohon disertakan keterangan :
-Judul dan Lirik lagu
-Nama pencipta
-Nama Personil Pengisi Musik/Group
-Nama Vokalis
-Tahun penciptaan

CD master final mixing dalam format CDA bisa dikirim kepada :
JABODETABEK Egi fedly, Pondokpucung indah 2 B6/9, Pondok Aren Tangerang tlp 021 68841833
BANDUNG Windi Jl Klinci no 2 Buahbatu Bandung40262, Tlp 0817625879

Kamis, 30 Juli 2009

Rabu, 29 Juli 2009

Selasa, 28 Juli 2009

Kesepakatan di Bluegrass Cafe

Senin 27 Juli 2009, berlangsung pertemuan beberapa pemusik Country dan Pemerhati Country di Bluegrass Cafe Jl Purnawarman Bandung, hadir kang Tatang sebagai Tuan Rumah, Kang Bubung, Kang Agus Jolali, Kang Amung, Kang Jacky, kang Yogi Daltons, Kakek Pow dan Saya Egi, selaku penggagas Project Countrykuring...

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 2 siang hingga jam 22 malam....rasanya terasa belum cukup untuk berbincang. ...bermacam topik dan masukan terlontar dan menjadi catatan untuk kami...yang nantinya akan menjadi Team Pelaksana....

Masih beberapa teman sebenarnya yang kita tunggu kehadirannya, namun karena kesibukannya mereka tidak bisa hadir hari itu, seperti Nizar, Sapto Ajie, Ary Juliant, Angka Budiman, Deny Baskom, Agus Hikmat, Abah Goemgoem, namun melalui telpon mereka menyatakan dukungan yang positif atas rencana pembuatan Album Kompilasi ini....
Pada dasarnya pertemuan tidak resmi kali ini, mencoba menyatukan VISI, bahwa Album ini adalah sebuah wujud EKSISTENSI Pemusik dan karya Musik Coutry Bandung khususnya dan Indonesia umumnya, sudah sepantasnya dan sudah saatnya Pemusik Country Bandung memiliki karya bersama, setelah sebelumnya rencana sejenis ini tak berjalan dengan mulus....

Album Kompilasi para pemusik Country ini harus di realisasikan, namun tentu saja tanpa dukungan dan partisipasi oleh seluas mungkin kalangan komunitas Pemusik Country Bandung....Project ini akan tetap menjadi angan angan..... untuk langkah awal memang di prioritaskan untuk pemusik Country dari atau mereka yang pernah tinggal di kota Bandung, baik Solis maupun Group, dan Project ini Harus terus berlanjut dengan Kompilasi ke 2, ke 3 dst....dan target ke pesertaan akan diperluas, sampai mencakup Pemusik Country seluruh Indonesia....

Photo : By Neng Windi yang tak mau disebutkan namanya.....

Minggu, 26 Juli 2009

Kenapa dan kunaon Countrykuring?

Countrykuring? Ideanya Sederhana, Saya mengajak sahabat sahabat Pemusik Country membuat atau menambah (kalau sudah ada yang pernah membuat) Album indie Kompilasi dari Pemusik Country Indonesia yang memiliki Visi yang sama....Visi bahwa Pemusik Country pun bisa berkarya.....tidak hanya jago membawakan lagu Country seperti aslinya di panggung Cafe.....

Genre Country dalam CountryKuring diharapkan beragam, sehingga mampu menggambarkan warna dan kekuatan setiap masing masing Pemusik, baik Solis maupun Group...

Kenapa namanya COUNTRYKURING?...Karena alasan kecintaan terhadap Budaya Sunda dan Kota Bandung sebagai kota kelahiran Saya, yang pada kenyataannya sampai saat ini memang paling banyak memiliki Pemusik Country dibandingkan kota kota lain....Selain bahwa COUNTRYKURING juga berkonotasi sebagai ungkapan 'INI MUSIK COUNTRY GAYA KURING'....sebuah semangat yang mengacu kepada kebebasan berekspresi dan kreatifitas...tak terpaku pada pakem....

Kenapa INDIE? karena Pasar industri musik Indonesia sedang sakit....sakit yang parah !

Sederhana aja, pan...